Info Unik | Artikel Menarik | Tips dan Trik

AYAT LIMA ARAB LATIN - KHASIAT AYAT LIMA


 AYAT LIMA ARAB LATIN - KHASIAT AYAT LIMA


Bismillahir rahmaanir rahiim,
Alam tara ilalmala-i min banii israa-liila min ba'di muusaaidz qaalu linnabiyyi lahu-mub'ats lanaa malikan nuqaatil fii sabiilil-laahi qaala hal 'asaitum in kutiba 'alaiku-mul qitaalu an laa tuqaatiluu qaaluu wa maa lanaa an laa nu qaatila fi sabiilillaahi wa qad ukhrijnaa min diyaarinaa wa abnaa-inaa, falammaa kutiba 'alaihimul qitaalu tawallau illaa qaliillan-minhum wallaahu 'aliimun bidl dlaalimiin. أَلَمْ تَرَ إِلَى الْمَلَإِ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ بَعْدِ مُوسَىٰ إِذْ قَالُوا لِنَبِيٍّ لَهُمُ ابْعَثْ لَنَا مَلِكًا نُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ الَّهِ ۖقَالَ هَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ أَلَّا تُقَاتِلُوا ۖقَالُوا وَمَا لَنَا أَلَّا نُقَاتِلَ فِي سَبِيلِ الَّهِ وَقَدْ أُخْرِجْنَا مِنْ دِيَارِنَا وَأَبْنَائِنَا ۖفَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ تَوَلَّوْا إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ ۗوَالَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ 

Artinya : Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka:"Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah". Nabi mereka menjawab:"Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang." Mereka menjawab:"Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari kampung halaman kami dan dari anak-anak kami?". Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, merekapun berpaling, kecuali beberapa orang saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang zalim.


    [Qs.Al-Baqarah :(246) ]


Laqad sami' allaahu qaulal ladziina qaaluu innallaaha faqiirun wa nahnu aghniyaa-u sanaktubu maa qaaluu wa qatlahumul-anbiyaa-a bi ghairi haqqin wa naquulu dzuuquu a'dzaabal hariiqin.
لَقَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُ ۘسَنَكْتُبُ مَا قَالُوا وَقَتْلَهُمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَنَقُولُ ذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ 


  Artinya :  Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan:" Sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya ". Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka):" Rasakanlah olehmu azab yang membakar."
    [Qs.Ali-'Imraan :(181) ]


Alam tara ilal ladziina qiila lahum kuffuu aidiyakum wa aqiimuush shalaata wa aatuz zajaata falammaa kutiba 'alaihi mul qitaalu idzaa fariiqun minhum yakhsyaunan naasa kakhasy-yatillaahi au asyadda khasy-yatan wa qaaluu rabbanaa li ma tabta 'alainaal qitaala laulaa akhkhartanaa ilaa alain qariibin qul mataa'ud dunyaa qaliilun wal aakhiratu khairun limanit taqaa wa laa tudl-lamuuna fatiilan.
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ قِيلَ لَهُمْ كُفُّوا أَيْدِيَكُمْ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ إِذَا فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَخْشَوْنَ النَّاسَ كَخَشْيَةِ اللَّهِ أَوْ أَشَدَّ خَشْيَةً ۚوَقَالُوا رَبَّنَا لِمَ كَتَبْتَ عَلَيْنَا الْقِتَالَ لَوْلَا أَخَّرْتَنَا إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ ۗقُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ لِمَنِ اتَّقَىٰ وَلَا تُظْلَمُونَ فَتِيلًا 


 Artinya :   Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka:"Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!" Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata:"Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi?" Katakanlah:"Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.
    [Qs.An-Nisaa' :(77) ]


Watlu 'alaihim naba-abnai aadama bil haqqi idz qarraba qurbaanan fa tuqubbila min ahadi himaa walam yutaqabbal minal -aakhari qaala laa aqtulannaka qalaa innamaa yataqabbalullaa hu minal muttaqiin.

۞ وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖقَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ 


  Artinya :  Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil):"Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil:"Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa".
    [Qs.Al-Maaidah :(27) ]


Qul man rabbus samaawaati wal ardhi? Qul afattakhadztummin duunihii auliyaa-a laa yamlikuuna li anfusihim naf'an wa laa dlarram qul hal yastawill a'maa wal bashiiru amhal tastawidl dlulumaatu wan nuuruam ja'aluu lillaahisyurakaa-a khalaquu laihim qulillaahu khaaliqu kulli syai-in wa huwal waahidul wahhaaru.

قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُ ۚقُلْ أَفَاتَّخَذْتُمْ مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ لَا يَمْلِكُونَ لِأَنْفُسِهِمْ نَفْعًا وَلَا ضَرًّا ۚقُلْ هَلْ يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ أَمْ هَلْ تَسْتَوِي الظُّلُمَاتُ وَالنُّورُ ۗأَمْ جَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ خَلَقُوا كَخَلْقِهِ فَتَشَابَهَ الْخَلْقُ عَلَيْهِمْ ۚقُلِ اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ 


 Artinya :   Katakanlah:" Siapakah Tuhan langit dan bumi?"Jawabnya:" Allah ". Katakanlah:" Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri? ". Katakanlah:" Adakah sama orang buta dan orang yang melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?"Katakanlah:" Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dialah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa ".
    [Qs.AR-Ra'd :(16) ]


Penjelasan dan khasiat mengamalkan AYAT LIMA :

Ayat lima ialah ayat-ayat yang diambil dari lima surah dalam Al-Quran:

  1. Surah Al-Baqarah ayat 246.
  2. Surah Ali-Imran ayat 181
  3. Surah An-Nisaa ayat 77.
  4. Surah Al-Maidah ayat 27.
  5. Surah Ar-Rad ayat 16.

Setiap satu dari lima ayat itu terdapat sepuluh huruf QAF (kaf besar), sebab itulah ayat lima ini boleh juga disebut dengan Ayat Lima Puluh QAF.

Ibnu Mas’ud r.a meriwayatkan bahawa Rasulullah s.a.w selalu membaca ayat lima ini baik beliau sedang berada dalam negeri atau sedang dalam perjalanan dalam peperangan. Dalam peperangan beliau selalu dapat mengalahkan orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan selalu mendapat pertolongan ALLAH S.W.T.

Sayyidah Aisyah r.a meriwayatkan bahawa Rasulullah s.a.w menerangkan bahawa bila ayat lima ditulis di dalam bejana, kemudian diisi air dan airnya diminum pada hari jumaat, maka ALLAH akan menyembuhkan penyakitnya kemudian diisi hatinya dengan nur hidayah, keyakinan dan kasih sayang.

Bila selalu dibaca oleh seorang pemimpin, maka akan ditetapkan hatinya oleh ALLAH S.W.T dan diberi pengaruh serta kekuatan, dan patuh kepadanya semua orang-orang yang dipimpinnya.

Jika ditulis dan digantungkan pada hujung senjata untuk menghadapi musuh dalam pertempuran, maka ALLAH akan memecah-belahkan kekuatan musuh.

Jika menghadap raja yang kejam, ia akan terpelihara dari kekejamannya dan tipu dayanya. Ayat lima adalah dinding dari kejahatan manusia dan jin serta syaitan.

Salman Al-Farsi r.a berkata: Rasulullah s.a.w mengajarkan kepadaku ayat lima kemudian beliau berkata: siapa yang membaca dan mengamalkannya, ALLAH S.W.T akan melanjutkan usianya dan mengampuni dosanya dan mudah tercapai apa yang dikehendaki. (keterangan ini diambil dari Tafsir Al-Arais)

Syekh Majduddin r.a. mengatakan : Sesungguhnya di dunia ini terdapat 4000 wali yang terdiri dari wali Autat, Abdal, Rijalul ghoib dan wali quthub, Semua wali ini mengamalkan ayat lima.

Bila anda ingin bisa bertemj dengan mereka, maka tulislah ayat lima dan pergunakanlah sebagai azimat. Kemudian bacalah ayat lima ini, setiap hari dan malam.

Syekh Asyadali pernah bertemu dengan wali Quthub, ia berwasiyat agar membawa tulisan ayat lima serta membacanya. Dan ia akan dibukakan pintu pertolongan dan memperoleh derajat Quthub.

Syekh Jamil Al - Yamani bercerita pernah bertemu dengan wali Quthub dan diberi ijazah ayat lima ini, kemudian ia menemukan berkah di dalam segala hal.

Ibnu Mas'ud meriwayatkan, bahwa Rasullah s.a.w. selalu membaca ayat lima ini, baik ketika beliau sedang berada dalam negeri atau sedang dalam perjalanan dan dalam peperangan. Dalam peperangan beliau selalu dapat mengalahkan orang - orang kafir dan orang - orang munafik dan selalu mendapat pertolongan.

Seandainya Ayat lima ini senantiasa diwiridkan oleh seorang pejabat, niscaya akan timbul kewibawaannya, dan disegani oleh orang yang dipimpinya. Dan bisa mengalahkan musuh - musuhnya.

Amiril mukmimin 'Ali bin Abi Thalib berkata barangsiapa membacanya tiap - tiap hari atau membaca tulisannya, niscaya Allah menyeruh 12.000 malaikat dengan membawa senjata dari nur untuk menjaga orang tersebut dari bencana dan bala'. Dunia dibangunkan  rumah di dalam Syurga sebanyak 600 tingkat yang terbuat dari mutiara yang merah.

Barangsiapa membaca dimuka orang yang ditakuti insya Allah orang yang ditakuti tersebut tiada kuasa untuk berbuat kejelekan kepadanya.

Bila anda mempunyai musuh, dan anda menghendaki perlindungan dari Allah, maka bacalah 3 kali pagi dan sore insya Allah anda akan terhindar dari kejahatan musuh anda.
Rahasia Dan Kekuatan Ilmu Hikmah
Judul: AYAT LIMA ARAB LATIN - KHASIAT AYAT LIMA; Ditulis oleh On Rico; Rating Blog: 5 dari 5

4 komentar:

Komunitas Metafisika Duri Riau