Rahasia Dan Kekuatan Ilmu Hikmah translate
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic

Tata Cara Tentang Sholat Gerhana - niat shalat gerhana - hukum shalat gerhana

Tag :  tata cara shalat gerhana, niat shalat gerhana,tata cara shalat istisqa,tata cara shalat jenazah,
hukum shalat gerhana,niat shalat gerhana matahari,shalat gerhana islam,

 Tata Cara Tentang Sholat Gerhana

Shalat gerhana dilakukan sebanyak dua raka,at dan ini berdasarkan kesepakatan para ulama.
Namun, para ulama berselisih mengenai tata caranya.

Ada yang mengatakan bahwa shalat gerhana dilakukan sebagaimana shalat sunnah biasa,
dengan dua raka’at dan setiap raka’at ada sekali ruku’, dua kali sujud.

Ada juga yang berpendapat bahwa shalat gerhana dilakukan dengan dua raka’at dan setiap raka’at ada dua kali ruku,
dua kali sujud. Pendapat yang terakhir inilah yang lebih kuat sebagaimana yang dipilih oleh mayoritas ulama. (Lihat Shohih Fiqh Sunnah, 1: 435-437)

Hal ini berdasarkan hadits-hadits tegas yang telah kami sebutkan:

“Aisyah radhiyallahu 'anha menuturkan bahwa pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari, Beliau lalu mengutus seseorang untuk menyeru ‘ASH SHALATU JAMI’AH’ (mari kita lakukan shalat berjama’ah).

Orang-orang lantas berkumpul. Nabi lalu maju dan bertakbir. Beliau melakukan empat kali ruku  dan empat kali sujud dalam dua raka’at. (HR. Muslim no. 901)

“Aisyah menuturkan bahwa gerhana matahari pernah terjadi pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Lantas beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit dan mengimami manusia dan beliau memanjangkan berdiri, Kemuadian beliau ruku’ dan memperpanjang ruku’nya. Kemudian beliau berdiri lagi dan memperpanjang berdiri tersebut namun lebih singkat dari berdiri yang sebelumnya.

Kemudian beliau ruku’ kembali dan memperpanjang ruku’
tersebut namun lebih singkat dari ruku’ yang sebelumnya. Kemudian beliau sujud dan memperpanjang sujud tersebut, Pada raka’at berikutnya beliau mengerjakannya seperti raka’at pertama. Lantas beliau beranjak (usai mengerjakan shalat tadi), sedangkan matahari telah nampak.” (HR. Bukhari, no. 1044)

Ringkasnya, tata cara shalat gerhana -sama seperti shalat biasa dan bacaannya pun sama-, urutannya sebagai berikut.

1. Berniat di dalam hati dan tidak dilafadzkan karena melafadzkan niat termasuk perkara yang tidak ada tuntunannya, dari Nabi kita shallallahu ’alaihi wa sallam dan beliau shallallahu ’alaihi wa sallam juga tidak pernah mengajarkannya, lafadz niat pada shalat tertentu kepada para sahabatnya.

2. Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa.

3. Membaca do’a istiftah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaherkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah:

جَهَرَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – فِى صَلاَةِ الْخُسُوفِ بِقِرَاءَتِهِ

“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menjaherkan bacaannya ketika shalat gerhana.
(HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901)

4. Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya.

5. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan ’SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANA WA LAKAL HAMD’

6. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.

7. Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya.

8. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal).

9. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.

10. Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.

11. Tasyahud.

12. Salam.

13. Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jama’ah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo,a, beristighfar, sedekah, dan membebaskan budak. (Lihat Zaadul Ma’ad, Ibnul Qayyim, 349-356, Darul Fikr dan Shohih Fiqih Sunnah, 1: 438)

Demikian lah Tata Cara Tentang Sholat Gerhana, Semoga kutipan ini dapat bermanfaat Ubtuk kita Semua Amieeen...
Baca Selengkapnya ...

Muslimah Jerman berpose telanjang di majalah Playboy

*JERMAN..  Sila Sahin adalah gadis keturunan Turki yang menetap di jerman. Awalnya Sila bukanlah sosok terkenal, namun popularitas bukanlah hal mustahil lagi berkat aktingnya yang memukau di opera sabun “Good Times, Bad Times” .


Muslimah Jerman berpose telanjang di majalah Playboy


*Orang tua Sila pun mengaku bangga. Tetapi kebanggaan itu tak berlangsung lama. Ibu Sila, bahkan menolak berbicara lagi dengan anaknya sejak pose telanjang Sila muncul di majalah Play Boy edisi Mei 2010.

*Dalam sampul itu, Sila tampil vulgar. Ia hanya mengenakan selendang tipis dan (maaf) payudara nya terbuka. Sebagai model bulan Mei, Sila juga muncul eksklusif dalam 12 halaman.

*Tak diragukan lagi, kecaman demi kecaman berdatangan. Bukan hanya dari Kaum Muslimin tetapi juga dari orang tua Sila sendiri, yang menyebut penampilan Sila di majalah dewasa itu adalah suatu peristiwa horror.

*Dalam dunia maya, situs Jihad Watch memasang poster berbunyi, “Dia harus membayarnya” sebagai reaksi tindakan Sila. Sementara itu Kaum Muslimin di Jerman juga memboikot Sila.

*Kecaman yang berdatangan toh tak membuat Sila gelisah, gadis berusia 25 tahun itu tenang-tenang saja. Sila mengatakan nekat berpose telanjang sebagai bentuk pemberontakan di masa mudanya. “Lewat foto ini saya ingin mengatakan, ‘wahai para perempuan, kita tidak harus selalu terkungkung oleh aturan’,” katanya.

*Selama bertahun-tahun Sila selalu merasa tertekan secara sosial. “Lewat foto ini saya menyatakan kebebasan,” ujarnya lagi.

*Kebebasan apakah yang hendak kau cari wahai saudariku? Kebebasan yang menyesatkan dengan iming-iming kesenangan dunia? Itukah motivasimu hingga engkau rela menggadaikan keimanan dan rasa malumu.  (rasularasy/arrahmah.com)

Sumber : http://www.arrahmah.com/read/2011/04/28/12111-31962.html
Baca Selengkapnya ...

47 orang Mujahid Al-Qaeda dieksekusi mati dengan tuduhan "terorisme"

*Kementerian Dalam Negeri Saudi menyatakan telah mengeksekusi 47 orang terkait tuduhan “terorisme” pada Sabtu (2/1/2016) di 12 kota berbeda di Saudi.

Di antara ke-47 orang yang dihukum mati itu termasuk sejumlah Mujahidin yang dinyatakan bersalah atas keterlibatan dalam serangan-serangan Al-Qaeda pada tahun 2003 dan 2004. Mereka telah dipenjara selama sekitar 8 tahun.

Tidak ada seorangpun tahanan ISIS dalam daftar tersebut sebagaimana dilaporkan sejumlah media dalam beberapa hari terakhir sejak pelaksanaan eksekusi mati tersebut. Semua kasus merupakan tuduhan lama, di mana saat itu bahkan Islamic State of Irak (ISI) yang menjadi cikal bakal ISIS pun belum terbentuk.

Sementara itu, cabang Al-Qaeda di Yaman, Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP), telah mengecam pemerintah Saudi terkait keputusan eksekusi massal terhadap sejumlah Mujahidin Al-Qaeda dengan tuduhan “terorisme” di Arab Saudi tersebut.

Kiprah jihad Al-Qaeda di Saudi telah dimulai sejak AQAP belum terbentuk. Meletusnya aksi militer mereka telah berjalan sejak tahun 1996, dan puncaknya terjadi pada tahun 2002/2003. Sekitar 13 tahun yang lalu, Amir Al-Qaeda Arab Saudi dinyatakan syahid dalam baku tembak dengan tentara Saudi.

Dalam surat keputusan hukuman mati Saudi yang dimuat surat kabar Al-Riyadh, terdapat foto-foto dan nama-nama lengkap para tahanan yang dikaitkan dengan tuduhan kasus “terorisme” Al-Qaeda pada 1422, 1423, 1427 Hijriyah.


Berikut terjemah alasan vonis yang dikenakan Saudi terhadap para Mujahid Al-Qaeda tersebut.

*Para terdakwa tersebut menganut manhaj takfiri, yang memuat akidah khawarij yang menyelisihi Al-Qur’an, As-Sunnah dan Ijma’ Salaf; menyebar luaskannya dengan sarana menyesatkan dan memasarkannya dengan beragam sarana; bergabung dengan kelompok-kelompok teroris, dan melaksanakan program-program terorisme mereka, seperti serangan terhadap asrama (apartemen tentara AS) Hamra’ dan asrama (tentara AS) Fienil di Riyadh tanggal 11/3/1424, serangan terhadap asrama (apartemen) perusahaan minyak bumi Arabian Petroleum Corp (AP Corp) dan Petroleum Center di Provinsi Khabar tanggal 11/4/1425.

*Menyerang markas intelijen dan militer Arab Saudi, yaitu menyerang kantor direktorat transportasi di Riyadh pada tanggal 2/3/1425 H, menyerang kantor mendagri dan markas pasukan anti teror pada tanggal 17/11/1425 H, usaha penyerangan terhadap pangkalan udara militer King Khalid di Provinsi Khamis Masyith, dan upaya penyerangan terhadap pangkalan udara militer Prince Sultan di Provinsi Kharaj, dan lain-lain.

*Melakukan serangan yang menargetkan ekonomi Arab Saudi dan mengganggu hubungan diplomatik Arab Saudi dengan negara-negara lain, yaitu serangan terhadap konsulat jendral AS di Jeddah pada tanggal 23/10/1425 H, serangan terhadap perusahaan minyak Aramco, dan perusakan terhadap fasilitas-fasilitas perusahan minyak bumi.

(aliakram/arrahmah.com)

Sumber http://www.arrahmah.com/news/2016/01/05/puluhan-mujahid-al-qaeda-dieksekusi-mati-saudi-dengan-tuduhan-terorisme-b.html
Baca Selengkapnya ...

Syiah, Ahmadiyah dan Kristen bersatu diskreditkan Islam di Bekasi

Syiah, Ahmadiyah dan Kristen bersatu diskreditkan Islam di Bekasi

(Arrahmah.com) – Pimpinan Daerah Persatuan Islam (Persis) Kota Bekasi menilai acara Festival/kebhinekaan lintas iman yang melibatkan HKBP, Syiah dan Ahmadiyah, Ahad (17/1/2016) di Alun alun Kota Bekasi.dimungkinkan sebagai pancingan untuk, lagi-lagi, proyek mendiskreditkan Islam dan umatnya oleh musuh-musuh Islam.

Untuk itu Umat Islam Bekasi dihimbau agar tetap waspada dan berhati hati menyikapi hal ini.

“Apalagi bila dikaitkan dengan kejadian bom Sarinah dan penangkapan-penangkapan yang dilakukan oleh Densus 88 kepada para terduga teroris belum lama ini,” demikian keterangan Persis kepada media termasuk Arrahmah.com, Ahad (17/1)

Pimpinan Daerah Persis Kota Bekasi lewat Ketuanya KH. Beben Mubarok, MA dan Sekretaris Wildan Hasan, M.Pd.I menyesalkan terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Jika benar kegiatan itu tanpa izin, maka hal itu merupakan bentuk kelalaian pemerintah dalam menjaga kondusifitas masyarakat kota bekasi sekaligus menunjukkan arogansi kalangan sesat dalam memperlihatkan eksistensinya,” jelasnya.

Menurut Persis Kota Bekasi dikhawatirkan apa yang ditunjukkan secara terbuka oleh Syiah dan Ahmadiyah mendapatkan dukungan oknum dari aparat pemerintah atau aparat keamanan.

“Terlihat dari betapa beraninya mereka show of force di pusat kota dan di depan Masjid Agung Al Barkah yang merupakan simbol agama umat Islam Bekasi.”

Patut diketahui Syiah dan Ahmadiyah telah difatwa sesat oleh Majelis Ulama Indonesia. Keduanya merupakan aliran yang merusak Islam dan selama ini ditentang oleh umat Islam. Bahkan Pemerintah melarang pemeluk Ahmadiyah melakukan aktivitasnya. (azmuttaqin/arrahmah.com)


Sumber: http://www.arrahmah.com/news/2016/01/18/syiah-ahmadiyah-dan-kristen-bersatu-diskreditkan-islam-di-alun-alun-kota-bekasi.html
Baca Selengkapnya ...

kriteria Dan Ciri-Ciri Ahlus sunnah Wal Jamaah

Didalam hadits telah disebutkan bahwa umat islam akan terpecah kepada 73 golongan , namun hanya 1 golongan saja yang masuk syurga yaitu ahlus sunnah wal jama`ah , timbul pertanyaan dalam diri kita masing - masing , apakah saya sudah termasuk dalam golongan tersebut ? Untuk menentukan termasuk atau tidak silahkan simak baik - baik kriteria / ciri - ciri Ahlus sunnah Wal Jamaah seperti yang sudah diterangkan oleh Imam Ghazali di dalam kitab beliau Ihya Ulumuddin dan kitab yang lainnya :***

kriteria Dan Ciri-Ciri Ahlus sunnah Wal Jamaah

13 Ciri - ciri Ahlus sunnah wal jama`ah

1. Mengenai ketuhanan :

*Meyakini yakni Allah merupakan tuhan yang esa yang berhak disembah dengan seluruh sifat kesempurnaan-Nya yang tiada serupa oleh makhluk.
*Zat Allah bisa diamati melalui mata kepala, dan orang-orang mukmin maka akan melihat-Nya di dalam surga kelak.
*Segala sesuatu yang berlaku adalah atas kehendak-Nya akan tetapi untuk makhluk terdapat ikhtiyari.
*Menolak faham Tasybih (penyerupaan) Allah dengan makhluk.
*Menolak faham Jabariyah (segala sesuatu atas kehendak Allah tanpa ikhtiayri dari makhluk)
*Menolak faham Qadariyah (segala sesuatu atas kehendak makhluk tanpa taqdir dari Allah)

2. Mengenai malaikat:

*Malaikat itu nyata ada serta totalnya gak terhingga. Tiap malaikat mempunyai tugasnya masing-masing, mereka selalu taat pada perintah Allah.
*Ummat islam semata-mata diwajibkan mengenal 10 nama malaikat yang utama yang memiliki tugasnya masing-masing.
*Sehubungan oleh keimanan terhadap adanya malaikat, ummat islam pula diwajibkan meyakini adanya jin, iblis serta syaithan.

3. Mengenai kerasulan:

*Meyakini bahwa seluruh Rasul merupakan utusan-Nya yang diberikan mu`jizat untuk mereka sebagi tanda kebenaran mereka.
*Rasulullah SAW penutup seluruh Nabi serta Rasul yang diutus untuk bangsa arab serta bangsa yang lainnya, kepada manusia dan jin.
*Mencintai semua shahabat Rasulullah
*Meyakini bahwa shahabat yang sangat mulia ialah Sayidina Abu Bakar ash-Shiddiq kemudian Sayidina Umar kemudian Saiydina Utsman kemudian Saidina Ali Radhiyallahu ‘anhum.
*Menjauhi mendiskusikan perkara permusuhan sesama sahabat kecuali buat menerangkan kebenaran dan bagaimana kaum muslimin menyikapinya.
*Meyakini Ibunda serta Ayahanda Rasulullah masuk surga berlandaskan firman Allah QS. Al-Isra’ ayat 15 :


وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولًا

    “dan Kami tidak akan meng’azab sebelum Kami mengutus seorang rasul.” (QS. Al-Isra` : 15)


Kedua orang tua Nabi wafat di zaman fatharah (kekosongan dari seorang Nabi/Rasul). pertanda keduanya dinyatakan selamat. Imam Fakhrurrozi menyatakan yakni seluruh orang tua para Nabi muslim.

    Melalui dasar Al-Qur’an surat As-Syu’ara’ : 218-219 :

الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ * وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ

*Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang), dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.

*Sebagian Ulama’ menafsiri ayat di atas yakni cahaya Nabi berpindah melalui orang yang ahli sujud (muslim) ke orang yang ahli sujud yang lainnya. Adapun Azar yang secara terang mati kafir, sebagian ulama’ menyatakan tidaklah bapak Nabi Ibrahim yang sesungguhnya akan tetapi dia merupakan bapak asuhnya serta juga pamannya.

*Terang sekali Rasulullah menyatakan yakni kakek serta nenek moyang beliau merupakan orang-orang yang suci tidak merupakan orang-orang musyrik dikarenakan mereka dinyatakan najis di dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman pada surat At Taubah ayat 28:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ

    “Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis”

4. Mengenai kitab:

*Al quran, Taurat, Injil, Zabur merupakan kitab-kitab yang diturunkan untuk Rasul-Nya yang menjadi pedoman buat ummat.
*Al Quran merupakan kalam Allah dan tidak merupakan makhluk dan tidak merupakan sifat bagi makhluk.


Mengenai ayat mutasyabihat, di dalam Ahlussunnah muncul 2 pandangan para ulama:

*Ulama salaf (ulama yang hidup pada masa sebelum 500 tahun hijryah) lebih menentukan tafwidh (menyerahkan pada Allah) sesudah Takwil Ijmali (umum/global) ataupun diketahui pula melalui istilah tafwidh ma’a tanzih yaitu memalingkan lafahd dari arti dhahirnya sesudah itu menyerahkan maksud dari kalimat tasybih itu kepada Allah.

*Ulama khalaf (Ulama yang hidup pada masa sesudah 500 Hijriyah) lebih menentukan ta`wil yaitu menghamal arti kalimat dengan sebalik arti dhahirnya dengan menyatakan serta memastikan arti yang dimaksudkan melalui kalimat tersebut.

*Di dalam memastikan langkahnya, Ulama Salaf serta Ulama Khalaf sama-sama berpegang dalam surat: Ali Imran ayat: 7

    هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آَيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ

*Maksudnya : “Dia-lah yang menurunkan al-Kitab (al-quran) kepada kamu, di antara (isi) nya ada ayat-ayat muhkamat (jelas maksudnya) itulah pokok-pokok isi al-Quran dan yang lain (ayat-ayat) mutasyabihat (tidak difahami maksudnya). Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat dari padanya untuk menimbulkan fitnah (karena mereka tidak menyadari telah terjerumus dalam ayat mutasyabihat) dan untuk mencari-cari penafsirannya,”

*[a]. dan tidak ada yang memahami takwilnya melainkan allah dan orang-orang yang mendalam ilmunya. Mereka berkata : "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, keseluruhannya itu dari sisi tuhan kami" dan tidak sanggup mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal. (QS: Ali Imran. 7)

*[b].dan tidak ada yang mengerti takwilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata : "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi tuhan kami" dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal. (QS: Ali Imran. 7)

*Ulama Khalaf berpendapat yakni kalimat  الرَّاسِخُونَ  di’athafkan pada lafadh اللَّهُ dan jumlah يَقُولُونَ آَمَنَّا  ialah jumlah musta`nafah (permulaan baru) untuk bayan (menerangkan) sebab iltimas takwil. Terjemahan [a] adalah terjemahan berlandaskan pendapat Ulama Khalaf.
*Ulama Salaf berpendapat yakni kalimat  الرَّاسِخُونَ  ialah isti`naf. Terjemahan [b] adalah terjemahan berlandaskan pendapat Ulama Salaf.

5. Mengenai kiamat:

*Kiamat pasti berlaku, tiada keraguan sedikit pun.
*Meyakini adanya azab kubur.
*Kebangkitan merupakan perkara yang pasti.
*Surga merupakan satu tempat yang dipersiapkan buat hamba yang dicintai-Nya.
*Neraka dipersiapkan buat orang-orang yang ingkar kepada-Nya.
*Meyakini adanya hisab (hari perhitungan amalan).
*Meyakini adanya tempat pemberhentian hamba sesudah bangkit dari kubur.
*Meyakini adanya Syafaat Rasulullah, ulama, syuhada serta orang-orang mukmin lainnya berdasarkan kadar masing-masing.

6. Kewajiban ta`at kepada-Nya terhadap hamba-Nya ialah didapatkan lewat lisan Rasul-Nya bukan dengan akal.
7. Tidak mengatakan seseorang ahli tauhid dan beriman sudah pasti masuk surga atau neraka kecuali orang-orang yang sudah mendapatkan pengakuan dari Rasulullah bahwa ia masuk surga.
8. Tidak mengada-ngadakan sesuatu di dalam agama kecuali atas izin Allah.
9. Tidak menisbahkan untuk Allah sesuatu yang tidak diketahui.
10. Meyakini bahwa shadaqah serta doa untuk orang mati berguna dan Allah memberikan manfaat untuk mayat melalui shadaqah dan doa tersebut.
11. Meyakini adanya karamah orang-orang shaleh
12. Tidak mengkafirkan seorangpun dari ahli kiblat dengan sebab dosa yang mereka perbuat semacam zina, mencuri, minum khamar dll.
13. Perkara sifat dua puluh. Para ulama’ Ahl al-Sunnah Wa al-Jama`ah sesungguhnya tidak membataskan sifat-sifat kesempurnaan Allah semata-mata pada 20 sifat saja. Terlebih-lebih seluruh sifat kesempurnaan yang layak bagi keagungan Allah, sudah pasti Allah wajib mempunyai sekian sifat itu, sehingga sifat-sifat kamalat (kesempurnaan dan keagungan) Allah itu sesungguhnya tidak terbatas pada sembilan puluh sembilan saja. Lihat juga Nama - Nama Indah Bayi lelaki Islami
Oleh Abu mudi


sumber : http://beritaislamiterkini.blogspot.co.id/2014/10/13-ciri-ciri-ahlus-sunnah-wal-jamaah.html
Baca Selengkapnya ...