CARA UNTUK MENINGKATKAN DAYA METAFISIKA

Manusia Adalah mahkluk yang paling sempurna diantara mahkluk-mahkluk lainnya. 
Dari susunan anatomi manusia juga yang paling sempurna dari sekian mahkluk yang ada. 
Pada tubuh manusia terdapat pusat control yang mempengaruhi segala panca indra dan syaraf Syaraf yang ada pada manusia .



Pusat generator selain OTAK adalah titik HATSA yang terletak di tengah-tengah antara pusar dan kemaluan kira-kira 2-3 inchi di belakang KUNDALINI.
Dan inilah yang akan kita olah bersamaan dengan mengoptimalkan kemampuan OTAK KANAN kita.
Dalam mengaktivasi dan mengoptimalisasi keduanya ini menggunakan metode sederhana yaitu MEDITASI yang digabung dengan teknik pernapasan segitiga dan mendengarkan acustic suara yang sudah didesain dengan teknologi canggih untuk menghasilkan frekuensi getaran yang presisi sehingga dapat memberikan rangsangan pada OTAK KANAN dan membangunkan HATSA agar aktif dan siap kerja untuk kita. Titik hatsa terletak tiga jari di bawah pusar (diantara pusar dan kemaluan) dan 3 inchi di dalam tubuh dekat dengan Kundalini.

1.2 MEDITASI
Meditasi sebenarnya adalah kondisi hijarah sementara yaitu berpindahnya sebuah kondisi dari gelombang otak BETHA menuju gelombang ALPHA. Meditasi bermanfaat untuk meraih relaksasi sempurna, ketenangan pikiran dan jiwa. Dengan tinjauan alamiah bahwa dengan mengistirahatkan otak dan mengatur napas secara khusus sehingga oksigen yang masuk ke dalam tubuh dapat didistribusikan kepada pos-pos yang tepat akan membantu kelancaran peredaran darah, memperkuat otot dan syaraf sehingga dapat meningkatkan dan memperbaiki kesehatan dan meningkatkan system kekebalan tubuh (imunisasi). Dengan teknik yang dikhususkan akan memperkuat MIND POWER dan Tenaga Dalam.

Meditasi dalam perspektif Budha dan Jawa disebut SAMADHI, dalam istilah pewaya-ngan dinamakan MANEGES, dalam aliran kebathinan disebut MALENGKUNG, sedangkan dalam Islam dinamakan TAFAKUR. Sehingga wirid atau dzikir masuk dalam dimensi Meditasi.

Dalam meditasi akan memasuki suasana diam, hening, relaks, santai, tidak ada ketegangan, tidak ada nafsu, tanpa ambisi, yang ada hanya damai, tenteram, seperti tidur tetapi tidak tidur dan tidak pula tertidur. Yang dibolehkan hanya BERDOA mendekatkan diri ke Allah SWT, sampai kita merasa memasuki alam damai tiada batas.

1.3 POSISI MEDITASI
Teknik meditasi ada bermacam-macam yaitu:
1. Posisi Tidur
2. Posisi Duduk bersila
3. Posisi Duduk di Kursi
4. Dalam tingkatan tertentu, meskipun dengan beraktifitas manusia dpt juga menjalankan
meditasi.

1.4 HAL-HAL YG MEMPERKUAT ENERGY

HASIL MEDITASI.
1. Niat dan Keyakinan.
2. Keberanian dan Ketenangan.
3. Tujuan Positif.
4. Fokus.
5. Kondisi fisik yang fit.

1.5 PERNAPASAN SEGITIGA
Di dalam meditasi gunakanlah pernapasan segitiga yaitu tarik napas lewat hidung – tahan di titik hatsa – buang napas lewat mulut. Resapi keluar masuknya napas dan lakukan secara perlahan tanpa terburu-buru. Pada saat menahan napas di titik hatsa dianjurkan membaca dalam bathin Allah, Allah, Allah ……… jangan menahan

Napas terlalu kuat, santai saja sampai Anda merasa tidak kuat, lalu lepas napas sambil mengucap HUU,,,,,, pada saat menarik napas ucapkan HUU,,,,,, pada saat anda meLakukan ini pusatkan suara dari CD di titik serat kalam yaitu titik di tengah kepala yaitu pada titik di belakang antara kedua alis Anda.

1.6 CARA MEDITASI
*Atur posisi yang sesuai dengan tempat situasi dan kondisi.
*Katakan dengan mantab dalam bathin: “SAYA LEPASKAN SELURUH BEBAN HIDUP SAYA SEKARANG”
*Atur posisi meditasi I
*Pejamkan mata perlahan dan kendurkan semua anggota tubuh, tidak ada ketegangan, dan rasakan semakin lama tubuh terasa nyaman dari sebelumnya. Semakin nyaman, tenteram, ringan tanpa beban.
*Lakukan pernapasan segitiga, resapi setiap masuk dan keluarnya napas. Pada saat menahan napas di titik hatsa tidak boleh ada tekanan.
*Dengarkan CD MP3 sesuai dengan modul yang Anda inginkan.
*Dengarkan apapun suara yang Anda dengar, rasakan apapun yang Anda rasakan tetapi tetap pertahankan posisi meditasi Anda.

Demikian Meditation Power ini saya berikan buat anda yang merasa memerlukan
CARA UNTUK MENINGKATKAN DAYA METAFISIKA
saya minta maaf jika ada kekurangan pada tulisan ini . Niat saya hanya Untuk Berbagi ilmu
wassalamu’alaikum wr wb
Baca Selengkapnya ...

Menyingkap Rahasia Alam Ghaib

Menyingkap Rahasia Alam Ghaib
Ketika  Nabi s.a.w bermi’roj dengan dikawal malaikat Jibril, Beliau dipertontonkan oleh Allah s.w.t kepada alam gaib. Yakni keadaan di surga, di neraka dan keadaan-keadaan yang akan menimpa umatnya di masa yang akan datang. Dengan ini menunjukkan bahwa yang dimaksud alam gaib itu bukan alam Jin atau alam Malaikat dan bahkan alam Ruh (ruhaniah), semua itu sesungguhnya merupakan alam yang masih berada di dalam dimensi alam Syahadah walau berada pada dimensi yang berbeda dari bagian dimensi yang ada di dunia. Yang dimaksud dengan alam gaib adalah masa yang belum terjadi atau alam yang akan datang.

Surga dan Neraka dikatakan gaib karena keberadaannya setelah hari kiamat. Mati dikatakan gaib karena datangnya pada waktu yang akan datang. Jadi, hikmah terbesar dari perjalanan ruhani manusia dengan mengadakan pengembaraan ruhaniah (bertawasul) untuk berisro’ mi’roj kepada Allah s.w.t dengan ruhaninya, adalah terbukanya hijab-hijab basyariah sehingga dengan matahatinya atau firasatnya yang tajam manusia dapat mengetahui alam gaib atau apa-apa yang akan terjadi pada dirinya.

Kejadian-kejadian yang terjadi pada masa dahulu dan yang akan datang dikatakan gaib. Alam barzah dan alam akherat, tentang neraka, tentang shiroth, semuanya dikatakan gaib karena kejadiannya pada masa yang akan datang. Demikian pula sejarah-sejarah para Nabi terdahulu dikatakan gaib, karena terjadi pada masa lampau. Allah s.w.t telah menyatakan dengan firman-Nya:
ذَلِكَ مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ نُوحِيهِ إِلَيْكَ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ
“Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita gaib yang kami wahyukan kepada kamu (Ya Muhammad) padahal kamu tidak hadir beserta mereka” . (QS. Ali Imran; 3/44)
Tidak ada yang mengetahui hal yang gaib kecuali hanya Allah s.w.t. Kalau ada seseorang ingin mengetahuinya, maka jalannya hanya satu yaitu dengan mengimani apa-apa yang sudah disampaikan oleh Wahyu Allah s.w.t, kemudian ditindaklanjuti dengan amal ibadah (mujahadah dan riyadhah). Selanjutnya, apabila Allah s.w.t menghendaki, maka orang tersebut akan dibukakan matahatinya. Allah s.w.t telah mengisyaratkan demikian dengan firman-Nya:
وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ
“Dan pada sisi Allahlah Kunci-kunci semua yang gaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah”. (QS. al-An’am;  6/59)
Apa yang akan terjadi dalam waktu satu jam mendatang dikatakan gaib. Karena tidak ada yang dapat mengetahuinya kecuali hanya Allah s.w.t. Kalau ada seseorang yang mempunyai firasat tajam kemudian dia seakan-akan mengetahui apa-apa yang akan terjadi, hal itu bisa terjadi, karena yang demikian itu dia melihat dengan “Nur Allah”. Demikianlah yang disebutkan di dalam sabda Rasulullah s.a.w, yang artinya:”Takutlah kamu akan firasatnya orang-orang yang beriman, karena sesungguhnya dia melihat dengan Nur Allah”.

Kadang-kadang hanya dengan kekuatan cinta, firasat seseorang bisa menjadi tajam kepada orang yang dicintainya. Seorang ibu misalnya, yang sedang jauh dengan anaknya, kadang-kadang tanpa sebab, ibu itu mengalami perasaan yang gundah-gulana, ketika dia mencoba menghubungi anaknya, ternyata anaknya sedang sakit. Kalau kekuatan cinta antara sesama makhluk saja—bahkan kadang terjadi dalam kondisi yang masih haram misalnya, mampu menjadikan tajamnya firasat, apalagi cinta seorang hamba terhadap Tuhannya.

Seorang hamba yang selalu bertafakkur, memikirkan Kekuasaan dan Kebesaran Allah s.w.t hal tersebut semata-mata terbit dari dorongan rasa cinta dan rindunya, hatinya akan menjadi bersih dari kotoran-kotoran yang menempel, bersih dari hijab-hijab yang menutupi dinding penyekat alam batinnya sehingga pada gilirannya matahatinya akan menjadi cemerlang dan tembus pandang. Demikian itu telah ditegaskan Allah s.w.t dengan firman-Nya:
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
“Orang-orang yang bermujahadah di jalan Kami, benar-benar akan Kami tunjuki kepada mereka jalan-jalan Kami”. (QS. al-Ankabut; 29/69)
Apa saja yang terjadi di waktu yang akan datang, dari urusan rizki, urusan jodoh, urusan mati dan sebagainya, baik penderitaan ataupun kebahagiaan, yang terjadi di dalam kehidupan dunia maupun kehidupan akherat, semua itu dikatakan hal yang gaib, karena tidak ada yang mengetahuinya kecuali hanya Allah. Adapun Jin dan Malaikat dan bahkan Ruh atau ruhaniah tidaklah termasuk dari golongan Alam Gaib dalam arti yang disebut Metafisika akan tetapi termasuk dari golongan Alam Syahadah atau yang disebut Alam Fisika, hanya saja fisiknya berbeda dengan fisik manusia. Bau harum misalnya, walau tidak tampak fisiknya, tidak termasuk Alam Gaib tapi Alam Syahadah, atau alam yang bisa dirasakan, hanya saja untuk merasakannya membutuhkan alat, dan alat itu ialah indera penciuman.

Seandainya ada seseorang yang tidak mempunyai indera penciuman atau indera penciumannya sedang rusak misalnya. Walaupun orang lain dapat merasakan bau harum, dia tidak, yang demikian itu bukan karena bau harum itu tidak ada, tapi karena indera penciuman orang tersebut sedang tidak berfungsi. Demikian juga terhadap suara, akan tetapi untuk merasakan suara membutuhkan alat yang berbeda. Kalau merasakan bebauan dengan alat hidung, maka merasakan suara dengan alat telinga. Orang tidak bisa merasakan bau harum dengan telinga dan suara dengan hidung, masing-masing harus dirasakan dengan alat yang sudah dipersiapkan Allah s.w.t menurut kebutuhan kejadiannya. Seperti itu pulalah keadaan yang ada pada dimensi yang lain, dimensi jin, dimensi malaikat dan bahkan dimensi ruhaniah.

Jin dan malaikat misalnya, sebenarnya mereka juga adalah makhluk fisik, bukan metafisika. Asal kejadian fisik jin diciptakan dari api, sedang fisik malaikat diciptakan dari cahaya. Sebagaimana manusia yang asal kejadiannya diciptakan dari tanah, bentuk kejadian selanjutnya tidaklah tanah lagi, melainkan terdiri dari tulang dan daging, maka demikian juga yang terjadi terhadap makhluk jin dan malaikat.

Meskipun fisik jin diciptakan dari api dan malaikat diciptakan dari cahaya, kejadian selanjutnya tidaklah api dan cahaya lagi, tapi dalam bentuk fisik tertentu yang oleh Allah s.w.t telah ditetapkan tidak bisa dirasakan dengan indera mata manusia. Namun demikian, bentuk fisik jin dan malaikat itu boleh jadi bisa dirasakan oleh manusia dengan indera yang lain selain indera mata. Indera tersebut bisa disebut dengan nama atau istilah apa saja, indera keenam misalnya, atau dengan istilah-istilah atau nama – nama yang lain.

Semisal suara telah ditetapkan oleh Allah s.w.t tidak bisa dirasakan oleh hidung, tapi harus didengar oleh telinga, maka telinga atau hidung hanyalah istilah-istilah yang ditetapkan bagi alat perasa yang dimaksud supaya manusia dapat dengan mudah memahami atau mengenal terhadap alat perasa tersebut. Allah s.w.t berfirman:
إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ
“Sesungguhnya ia (setan jin) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu, dari dimensi yang kamu tidak bisa melihatnya “. (QS. 7; 27)
Bukan berarti manusia tidak dapat mengobservasi atau berinteraksi dengan jin karena jin berada pada dimensi yang di atasnya, akan tetapi hanya saja untuk mengobserfasi atau berinteraksi dengan jin itu manusia tidak bisa dengan mempergunakan indera mata. Sebagaimana berinteraksi dengan suara tidak bisa mempergunakan indera hidung, akan tetapi harus mempergunakan alat perasa yang lain yang sesuai menurut kebutuhannya.
Allah s.w.t menghendaki manusia tidak dapat melihat jin, karena sesungguhnya matanya sedang tertutup oleh hijab-hijab basyariah. Ketika penutup mata itu dibuka, maka penglihatan manusia akan menjadi tajam. Artinya mempunyai kekuatan untuk tembus pandang sehingga saat itu manusia dapat merasakan alam-alam yang ada di sekitarnya. Allah s.w.t telah menegaskan hal itu dengan firman-Nya:
فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَاءَكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيدٌ
“Maka Kami singkapkan dari padamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu   pada hari itu menjadi amat tajam “. (QS.Qaaf.; 50/22).

Istilah yang dipergunakan Allah s.w.t untuk membuka penutup penglihatan manusia di dalam ayat di atas adalah firman-Nya: فكشفنا عنك غطاءك   “Fakasyafnaa ‘anka ghithooaka” Kami singkapkan darimu penutup matamu, atau penutupnya dihilangi, atau hijabnya dibuka. Ketika manusia tidak dapat berinteraksi dengan dimensi yang lain berarti karena penglihatannya sedang ada penutupnya. Oleh karena itu ketika penutup itu dibuka, maka penglihatannya menjadi tajam atau tembus pandang. Ini adalah rahasia besar yang telah menguak sebuah misteri tentang alam-alam yang ada di sekitar alam manusia.

Bahwa jalan untuk menjadikan mata manusia menjadi tembus pandang supaya kemudian manusia mampu berinteraksi dengan dimensi yang lain,—dengan istilah melihat jin misalnya, adalah hanya dengan mengikuti tata cara yang berkaitan dengan istilah di atas. Tata cara itu ialah dengan jalan melaksanakan mujahadah di jalan Allah. Sebagaimana yang telah disampaikan Allah s.w.t dalam firman-Nya di atas, QS. 29/69 yang artinya: “Dan orang-orang yang bermujahadah di jalan Kami, benar-benar akan Kami tunjuki kepada mereka jalan-jalan Kami”.( QS. 29; 69)
Allah s.w.t yang menciptakan Hukum Alam secara keseluruhan. Maka hanya Allah s.w.t pula yang mampu merubahnya. Seandainya seorang hamba menginginkan terjadi perubahan terhadap hukum-hukum tersebut, maka tidak ada cara lain, dia harus tunduk dan mengikuti hukum-hukum yang sudah ditetapkan pula, meskipun perubahan yang dimaksud tersebut, juga merupakan sunnah yang sudah ditetapkan.

“Mujahadah di jalan Allah”, adalah suatu istilah untuk menyebutkan sesuatu yang dimaksud. Atau nama dari suatu tata cara bentuk sarana untuk mendapatkan petunjuk dari Allah s.w.t. Supaya dengan itu penutup mata manusia dibuka sehingga penglihatannya menjadi tajam. Sedangkan hakekat mujahadah sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah s.w.t, hanya Allah s.w.t yang mengetahuinya. Oleh karena itu, kewajiban seorang hamba yang menginginkan terjadinya perubahan-perubahan atas dirinya supaya usahanya dapat berhasil dengan baik, yang harus dikerjakan ialah, terlebih dahulu dia harus mengetahui dan mengenal dengan benar terhadap apa yang dimaksud dengan istilah mujahadah itu.

Oleh karena yang dinamakan mujahadah tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek ilmu pengetahuan saja, melainkan juga amal atau pekerjaan, bahkan mujahadah adalah ibarat kendaraan yang akan dikendarai manusia untuk menyampaikannya kepada tujuan, maka cara mengenalnya, lebih-lebih cara mengendarainya, seseorang harus melalui tahapan praktek dan latihan. Untuk kebutuhan ini—seorang hamba yang akan melaksanakan mujahadah harus dibimbing seorang guru ahlinya. Allohu A’lam
http://ilmuamalan.blogspot.com/2012/12/menyingkap-rahasia-alam-ghaib.html
Baca Selengkapnya ...

Tips Menghindari Kejahatan Hipnotis / Gendam

Gendam adalah kejahatan penipuan menggunakan metode hipnotis (hypnosis) dipercaya menggunakan ilmu hitam atau magic atau sihir. Padahal secara teknis gendam merupakan salah satu atau gabungan dari teknik shock induction , Ericksonian Hypnosis, dan Mind Control (telepati, magnetism) dan termasuk dalam metode hypnosis modern yang sudah dikenal di dunia barat.

Tips Menghindari Kejahatan Hipnotis / Gendam

Secara teknis, untuk menghindari kejahatan hipnotis sangatlah mudah. Berikut ini tips dan trik untuk menghindari kejahatan gendam / hipnotis jalanan: Percaya dan yakin sepenuhnya bahwa kejahatan hipnotis tidak akan mempan kepada orang yang menolaknya, karena seluruh proses hipnotis adalah proses “self hypnosis ” (kita mensugesti diri sendiri) dimana rasa takut kita dimanfaatkan oleh penggendam. Curigalah pada orang yang baru anda kenal dan berusaha mendekati anda, karena seluruh proses hipnotis merupakan teknik komunikasi yang sangat persuasif.

Waspadalah terhadap orang yang menepuk anda dan hindari dari percakapan yang mungkin terjadi. Ketika anda fokus pada ucapannya, pada saat itulah sugesti sedang dilontarkan. Segeralah pindah dari tempat itu dan alihkan perhatian anda ketempat lain. Sibukkan pikiran anda dan jangan biarkan pikiran kosong pada saat anda sedang sendirian ditempat umum, karena pada saat pikiran kosong / bengong, bawah sadar terbuka sangat lebar dan mudah untuk tersugesti.

Waspadalah terhadap rasa mengantuk, mual, pusing, atau dada terasa sesak yang datang tiba-tiba secara tidak wajar, karena kemungkinan saat itu ada seseorang yang berusaha melakukan telepathic forcing kepada anda. Segera niatkan untuk membuang seluruh energi negatif tersebut kebumi, cukup dengan cara visualisasi dan berdoa menurut agama dan keyakinan anda.

Bila ada orang yang memiliki kebiasaan “latah” usahakan agar kalau bepergian ditemani oleh orang lain, karena latah adalah suatu kebiasaan membuka bawah sadar untuk mengikuti perintah. Usahakanlah untuk menghilangkan kebiasaan latah tersebut. Hati-hati terhadap beberapa orang yang tiba-tiba mengerumuni anda tanpa suatu hal yang jelas dan pergilah ketempat yang ramai atau laporkan kepada petugas keamanan. Kadang penggendam melakukan hipnotis secara berkelompok,

seolah-olah saling tidak mengenal. Jika anda mulai merasa memasuki suatu kesadaran yang berbeda, segeralah perintahkan diri anda agar sadar dan normal kembali, dengan meniatkan, “Saya sadar dan normal sepenuhnya! ” Dan andapun akan sadar dan normal kembali.

Source: http://www.mediametafisika.com
Baca Selengkapnya ...

Kesombongan Dan Cara Terapi Nya - al-Ghazali

Kesombongan Dan Cara Terapi - al-Ghazali

Metode al-Ghazali dalam melakukan terapi terhadap kesombongan terdiri dari dua proses. Pertama, menumbangkan pohon kesombongan dari akarnya di dalam hati atau dengan bahasa lain, mencabut akarnya. Kedua, mencegah gejala kesombongan dengan cara-cara yang telah disebutkan diatas.


Proses pertama bersifat teoritis adalah upaya seseorang mengenal dirinya dan Tuhannya. Jika ia telah mengenal dirinya, maka akan tahu bahwa dirinya tidak boleh sombong, tetapi harus bersikap rendah hati. Bahkan, jika ia mengenal Tuhan, maka ia akan tahu bahwa dirinya tidak berhak sombong dan angkuh, karena itu adalah pakaian Tuhan. Lalu, agar ia mengetahui dirinya, maka cukup dengan mengetahui makna satu ayat dari al-Qur’an al-Karim, “Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya? Dari apakah Allah menciptakannya? Dari setetes mani Allah menciptakannya dan menentukannya. Kemudian Dia memudahkan jalannya. Kemudian mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur. Kemudian bila Dia menghendaki dan memasukkannya ke dalam kubur. Kemudian bila Dia menghendaki Dia membangkitkannya kembali. (QS, ‘Abasa [80] : 17-21).

Maka barangsiapa yang awal kiprahnya dari ketiadaan; asal-usul penciptaannya dari setetes air mani yang hina; serta akhir perkaranya adalah bersemayam di kubur; kemudian pada Hari Kiamat Allah membangkitkannya dengan kerendahan di hadapan Tuhan untuk dihisab dari mana sumber kesombongan dan keangkuhannya? Itulah terapi ilmiah bagi akar kesombongan, sedangkan terapi praktisnya adalah ketundukan kepada Allah secara nyata. Semua makhluk harus tetap mempertahankan akhlak yang rendah hati, dan ketundukan setelah makrifat tidak akan muncul, kecuali dengan amal.
Hal-hal yang berkaitan dengan praktik kedua, yaitu mencegah kesombongan karena tujuh sebab yang telah kita sebutkan sebelumnya:

Orang yang menderita penyakit sombong dari sisi keturunannya, maka hendaklah ia mengobati hatinya dengan mengenal keturunannya yang sejati, yaitu debu. Lalu, apa alasannya sombong padahal keturunan sejatinya adalah debu.

Orang yang sombong karena keindahan jasmaninya, maka hendaklah ia melihat ke dalam batinnya, maka ia akan melihat berbagai kotoran dan noda yang dapat menjauhkannya dari kesombongan karena kecantikan lahir. Selain itu, ia akan mati dan akan menjadi tanah.

Kesombongan karena kekuatan, maka pengobatannya adalah mengetahui bahwa penyakit dapat membuatnya lebih lemah dibanding semua yang lemah. Seandainya duri masuk ke dalam kakinya, maka ia akan menjadi lemah; oleh karena itu, ia tidak pantas membanggakan kekuatannya.

Kesombongan karena kekayaannya dan harta, serta banyaknya pengikut dan pendukung adalah kesombongan yang buruk. Sebab ia berlaku sombong dengan makna yang bersifat eksternal dari jati diri manusia. Jika hartanya habis atau terbakar, maka ia kembali menjadi orang yang hina.

Sombong karena ilmu adalah penyakit yang paling berbahaya, dan pengobatannya dengan dua cara. Pertama, hendaknya kita mengetahui bahwa Allah memaklumi orang yang bodoh tetapi tidak memaklumi orang yang tahu. Jika orang yang tahu melanggar perintah Allah, maka dosa dan bahayanya lebih besar. Kedua, hendaknya kita mengetahui bahwa kesombongan hanya layak dilakukan oleh Allah. Itulah yang dapat menghilangkan kesombongan dan menibulkan sikap rendah hati. Dia harus mengingat dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan di masa lalu, sehingga ia kerdil di mata Allah.

Sombong karena wara’ dan ibadah. Kesombongan macam ini merupakan ujian besar bagi manusia. Solusinya adalah mengharuskan hatinya bersikap rendah hati kepada semua orang.

Sesungguhnya praktik utama dalam metode al-Ghazali untuk terapi kesombongan dan semua akhlak buruk dan penyakit hati adalah pembebasan diri dari akhlak yang buruk dengan mempelajari akhlak yang baik, terpuji dan bertentangan dengannya. Jika seseorang takut kepada sesuatu tertentu, maka ia dapat mengatasi ketakutannya jika ia belajar untuk mencintainya; tetapi jika ia telah mencitainya, maka ia akan terbebas dari ketakutannya.
Tidak akan masuk surga, barang siapa yang dihatinya ada kesombongan, ketakaburan walau sebesar zarrah”
Baca Selengkapnya ...